[Mencari Solusi Untuk Syiria]

By 9 April 2017 Opini Mahasiswa No Comments

135418

 

Oleh: Muhammad Afifuddin Al Fakkar – Ketua umum Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM) IPB

Dengan banyaknya media yang menyajikan berita, tentu kita sudah mengetahui apa yang terjadi hari ini pada Syiria. Jujur, semakin dibaca, semakin menyesakkan dada.

“Greget” dengan permasalahan yang tak kunjung usai. Tidak berujung, tidak ada titik temu. Berbagai peristiwa yang terjadi kepada saudara kita tentu memicu banyak pihak yang peduli dan mencoba mencari solusi

Jika solusi adalah membantu, maka penggalangan dana tentu adalah solusi. Doa yang kita panjatkan tentu juga solusi.

Tindakan itu membantu, tapi ternyata tidak menyelesaikan masalah. Jika solusi adalah tindakan yang menyelesaikan masalah, hingga saat ini, masalah belum selesai. Kita harus mencari cara lain.

Jika mencoba mencari cara lain, sudah selayaknya kita melihat apa yang terjadi pada Syiria hari ini. Perang. Pembunuhan massal. Senjata kimia pengancam nyawa. Pelanggaran HAM.

Ketika duduk di bangku SMP dan SMA, dalam mata pelajaran PPKn, ada satu topik yang diajarkan mengenai¬† HAM. Namun, jarang kita lihat, aktivis HAM yang “teriak teriak” mengenai pelanggaran HAM yang terjadi di Syiria, Myanmar, atau Palestina, serta berbagai peristiwa pelanggaran HAM yang saat ini terjadi pada umat Islam.

Seolah-olah, hukum HAM hanya berlaku bagi pemeluk agama selain Islam. Jika beragama Islam, maka hukum pelanggaran HAM tidak berlaku.

Bagaimana dengan organisasi Islam kelas dunia seperti OKI? Bantuan dari OKI ternyata juga tidak bisa diharapkan. Tidak menghilangkan masalah. PBB? Ternyata sama saja. Nihil. Hal ini menunjukkan, ada atau tidak adanya kedua organisasi tersebut, memberikan hasil yang sama. Sama sama tidak menghasilkan solusi yang selama ini kita harapkan.

Jika aksi penggalangan dana dan tindakan dari organisasi internasional tidak cukup menjadi solusi, lantas apa solusinya?

Mencari referensi, penulis dibuat kagum dengan sejarah, ketika ada sebuah negara –Khilafah– yang dapat melindungi rakyatnya dari berbagai ancaman.

Kita ingat, bagaimana Khalifah Ahmad Al Mu’tashim billah yang mengerahkan puluhan ribu pasukan kaum muslimin, hanya untuk melindungi seorang budak muslimah yang dilecehkan oleh orang romawi. Kisahnya begitu harum dan ditorehkan dalam tinta emas peradaban Islam.

Atau kisah tentang seorang muslimah yang dilecehkan oleh Yahudi bani Qainuqa, hingga membuat Rasulullah mengerahkan pasukan kaum muslimin untuk melindunginya. Sungguh, dalam Islam, kehormatan kaum muslimin sangat dijaga.

Atau kisah Khalifah Abdul Hamid II yang berkomitmen tidak akan menyerahkan tanah palestina kepada Yahudi walau hanya sejengkal, karena tanah palestina sejatinya adalah milik kaum muslimin. Ya, negara Khilafah melindungi hak hak kaum muslimin, bahkan hanya untuk sejengkal tanah.

Permasalahan Syiria dan kaum muslim lainnya, tentu hanya bisa diselesaikan dengan adanya negara yang dapat melindungi kaum muslimin.

Negara yang sadar bahwa setetes darah seorang muslim begitu berharga, sehingga segala upaya dikerahkan untuk melindunginya.

Negara yang sadar bahwa rakyat yang dilayaninya merupakan amanah yang harus dijaga, sehingga negara rela mengerahkan pasukannya, menyerukan perintah jihad, hanya untuk menjaga kemuliaan kaum muslimin, di mana pun ia berada.

Negara yang tidak berpikir dua kali untuk membantu sesama muslim, dan tidak dihambat oleh pengotak-kotakan negara dalam ikatan nasionalisme. Itulah Khilafah. Sejarah pun membuktikannya.

======================
Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM) IPB
CP: Addin (0858-1084-4437)
Add LINE@ BKIM: @yyt6184h
Facebook: fb.com/bkimedia
Twitter/IG: @bkimipb
Web: bkim.lk.ipb.ac.id

Leave a Reply