Biasakan Tabayyun Sebelum Menyebarkan Informasi

By 24 April 2016 Opini Mahasiswa No Comments

Seiring dengan perkembangan teknologi, informasi semakin mudah disebarkan dan diakses. Jarkom alias jaringan komunikasi adalah salah satu cara yang paling sering digunakan untuk menyebarkan informasi, khususnya di kalangan mahasiswa. Informasi tersebut biasanya mengenai akademik, pergerakan,acara kampus, atau sekedar informasi biasa. Akan tetapi sebagai seorang intelektual pernahkah kita mengecek dulu kebenaran dari informasi tersebut?

Masih ingat kasus rumah makan yang sepi pelanggan setelah tersebar jarkom (yang setelah ditelusuri ternyata tidak benar) tersebut? Seorang intelektual muslim tentu tidak dengan mudah berprasangka negatif terhadap seseorang/kelompok, menuduh sesat suatu golongan tanpa bukti yang jelas, melakukan penghakiman secara sepihak, dan sebagainya. Menyikapi orang lain hanya berdasar pada sangkaan-sangkaan negatif atau isu-isu yang beredar atau bisikan orang lain, sikap demikian adalah kebalikan dari tabayyun, sedangkan sebagai seorang Muslim kita diperintahkan untuk selalu bersikap tabayyun (mendalami masalah).

tabayun

عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا
Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.
[al-Hujurât/49:6].

At-tabayyun secara bahasa adalah mencari kejelasan hakikat suatu atau kebenaran suatu fakta dengan teliti, seksama dan hati-hati. Allah memerintahkan kita untuk bersikap hati-hati dan mengharuskan untuk mencari bukti yang terkait dengan isu mengenai suatu tuduhan atau yang menyangkut identifikasi seseorang. Perintah ini merupakan peringatan, jangan sampai umat Islam melakukan tindakan yang menimbulkan dosa dan penyesalan akibat keputusannya yang tidak adil atau merugikan pihak lain. Maka sebagai seorang muslim hendaklah kita melakukan tabayyun dulu sebelum menyebarluaskan informasi. Hal ini dapat dimulai dengan langkah kecil seperti tidak mudah percaya dan menyebarkan berita-berita yang belum jelas kebenarannya, baik di media sosial maupun di dunia nyata serta membiasakan untuk mengklarifikasi ulang pada sumber informasi utama, atau menanyakan langsung kepada pihak yang terkait.
______________
Ahad, 24 April 2016/16 Rajab 1437 H
Divisi Syiar dan Opini
Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM)
Institut Pertanian Bogor
CP : Rizki (0857-1649-9918)
Add LINE@ BKIM : @yyt6184h
Facebook : fb.com/bkimedia
Twitter/IG : @bkimipb
Web : bkim.lk.ipb.ac.id

Leave a Reply