Pornografi Merusak Otak

By 19 April 2016 Opini Mahasiswa No Comments

 

Donald L. Hilton, Jr dan  Clark Watts dalam jurnalnya yang berjudul “Pornography addiction: A neuroscience perspective” menjelaskan bahwa pornografi membuat suatu sistem yang rusak di otak dengan cara merubah struktur kimia di otak. Mengenai pornografi online atau visual crack cocaine (narkoba lewat mata), Mark Kastelman dalam bukunya “The Drugs of Millenium” menjelaskan bahwa pornografi online merusak bagian pre frontal cortex, kerusakan ini membuat seseorang sulit merencanakan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, mengambil keputusan, dan mengakibatkan gangguan lain terkait dengan peran otak sebagai pengendali impuls-impuls.

1461037371389

Di Indonesia, pada tahun 2014, ada sekitar 700 situs pornografi yang diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika. Meski banyak yang diblokir, pertumbuhannya pun tak henti sampai saat ini (CNN 2014). Menkominfo periode 2009-2014, Tifatul, akui pornografi rusak 5 sel otak, sementara narkoba merusak 3 sel otak. Meski telah memblokir lebih dari 1 juta situs porno, ia menyatakan bahwa pornografi tak bisa dihilangkan, solusinya adalah blokir pornografi di dada (hati) dan kepala (pikiran) (Merdeka 2014). Hampir sama dengan Tifatul, Pemerintah Provinsi Aceh dalam menanggapi maraknya judi online dan situs porno, hanya bisa memblokir situs-situs berbahaya di jajaran pemerintahannya saja. Sementara menyerahkan urusan internet jaringan pribadi kepada individu dan keluarga masing-masing untuk menjaga generasi agar tidak terjerumus ke jurang kemaksiatan. Hal tersebut tentu sangat disayangkan, pemerintah selaku pemangku kekuasaan seharusnya bukan cuma menghimbau umat untuk menjaga diri dan keluarga masing-masing. Lebih dari itu, pemerintah harus menindaktegas sumber atau penyebab maraknya judi online dan situs porno tersebut mengingat siapa saja bisa mengakses hal tersebut, bahkan anak-anak. Tentunya pemerintah dalam melakukan hal ini perlu sistem yang mendukung, sementara sistem yang ada sekarang masih bersikap kompromistis terhadap kasus pornografi. Terlebih, ketika bisnis pornografi bernilai jual tinggi, maka tidak ada alasan lagi untuk menghentikannya. Beginilah kehidupan dalam sistem kapitalis, capaian tertinggi distandarkan pada materi. Pornografi bisa dijadikan komoditas demi materi, dan tidak mempedulikan dampaknya. Sudah sangat jelas, sistem ini tidak mampu memelihara dan menjaga akal manusia.

Islam telah dengan jelas melarang perbuatan yang mendekati zina dan zina itu sendiri, termasuk salah satunya adalah pornografi. Negara juga bertanggung jawab dalam melindungi warga masyarakatnya dari akses konten-konten yang merusak. Akal dan kecerdasan yang dimiliki tentu perlu dijaga kemuliannya dalam batasan yang diperbolehkan oleh Syara’.

Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin memiliki solusi untuk setiap permasalahan hidup manusia. Agar seluruh masalah tersebut terselesaikan, hukum Islam (yang berasal dari Allah SWT, Yang Menciptakan Manusia) harus diterapkan secara keseluruhan, bukan parsial, yaitu terdiri dari tiga pilar penopang syariat, meliputi ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan hukum syariat Islam oleh negara. Negara menjadi pencegah kerusakan yang akan muncul, menutup semua celah kemaksiatan dan menuntaskan segala problematika serta menyatukan seluruh kaum muslimin dunia. Hukum Islam akan memunculkan efek jera bagi pelaku dan mencegah terjadinya pelanggaran baru oleh masyarakat, inilah yang akan terjadi ketika negara benar-benar menjadi perisai pelindung bagi umat.

Penjagaan terhadap akal juga Allah swt tegaskan dalam kewajiban menuntut ilmu, melakukan tadabbur, ijtihad, dan berbagai perkara yang bisa mengembangkan potensi akal manusia. Negara juga mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kelengkapan sarana prasarana pendidikan serta tenaga pengajar yang terjamin kehidupannya. Sehingga bisa melahirkan banyak ulama serta ilmuwan kelas dunia seperti Imam Syafi’i, Maliki, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Haytham, Al-Khawarizmi, Ibnu Rusyd, dan lain-lainnya.

Inilah yang akan terjadi ketika syariah Islam secara sempurna diterapkan oleh negara dalam bingkai daulah Khilafah. Akal terjaga, kehidupan manusia mulia.
________
Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM) IPB
CP : Rizki (0857-1649-9918)
Add LINE@ BKIM : @yyt6184h
Facebook : fb.com/bkimedia
Twitter/IG : @bkimipb
Web : bkim.lk.ipb.ac.id

Leave a Reply