12804700_10153565442316312_911386463629814119_n 10553509_10153565442516312_1297406731570531521_n

12809553_10153565442551312_429999840520934103_n

12814319_10153565442696312_2649686733925238265_n
1936350_10153565442791312_1062851305950959989_n

10173618_10153565443136312_5910085311240117903_n

12829307_10153565443211312_4717936433892585992_o (1)

12832469_10153565443416312_2949507560802567310_n

 

1. Liberalisai SDA. Adakah rakyat merasakan kekayaan tambang Freeport?
2. Hasil survey kontribusi PT. Freeport kepada masyarakat menunjukan sebanyak 68,7% masyarakat mengatakan PT. Freeport tidak berkonribusi pada masyarakat. Sementara sebanyak 70,35% menyakatan bahwa publik merasa PT. Freeport tidak adil.
3. PT. Freeport masuk ke Indonesia diawali oleh kontrak karya tahun 1967 yang menyerahkan pengelolaan tambang emas di Papua kepada Freeprot selama 30 tahun lamanya. Itu artinya Freeport telah menjarah kekayaan emas dan tambang Indonesia selama 49 tahun. Sementara saat ini telah diagendakan perpanjangan kontrak karya Freeport hingga tahun 2041. Ini artinya akan semakin melanggengkan penjarahan dan penjajahan Freeport atas kekayaan SDA di Indonesia.
4. Padahal kandungan tambang Freeport begitu besar; sebanyak 28,2 juta ounce emas dan 29 miliar pound tembaga. Total pendapatan emas dan tembaga sebesar US$ 121,948 miliar atau hampir setara dengan Rp 1.700 triliun (dengan asumsi US$ 1 = Rp 13.500).
5. Freeport merupakan tambang emas terbesar di dunia sehingga tidak aneh tambang tersebut dapat menghasilkan pendapatan lebih dari RP 1.600 triliun. Bayangkan jika SDA negeri ini dikeola oleh negara tanpa diberikan pada pihak asing tentu jauh lebih cukup untuk memenuhi kebutehan ekonomi negeri ini.
6. Asing menguasai SDA negeri ini merupakan implementasi dari kebijakan dan UU liberal yang salama ini diterapkan, diantanranya adalah Peraturan Menteri ESDM tahun 2014 dan UU No. 22 tahun 201 tentang Migas. Kebijakan dan UU tersebut telah membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak swasta (domestik maupun asing) untuk mengelola tambang migas dan sumberdaya mineral di Indonesia mulai dari hulu sampai hilir.
7. Padahal Islam menegaskan bahwa SDA wajib dikelola oleh negara dan haram dikuasai oleh individu maupun kelompok/perusahaan lokal apalagi asing. Rasul saw. Bersabda, “Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal; padang rumput (pen. seperti hutan), air (pen. seperti sungai, laut) dan api (pen. barang tambang, energy, dll).” (HR. Ahmad). Maka, kelola SDA dengan Syariah dalam naungan Khilafah, Insya Allah akan terwujud kehidupan yang menyejahterakan, bermartabat dan lebih bak lagi.
‪#‎SimnasBkldk2016‬
‪#‎IslamRahmatanlilAlamiin‬
==============================
Nantikan Perhelatan Akbar Dakwah Kampus tahun ini dalam Simposium Nasional (SIMNAS) BKLDK 2016 | Maret 2016 at Institut Pertanian Bogor (IPB)
==============================
Simak Video Seruan SIMNAS BKLDK 2016 >>https://www.facebook.com/BKLDKNasional/videos/779415182162415/
==============================
Like & Share official fanspage BKLDK Nasional >>https://www.facebook.com/BKLDKNasional/?fref=ts | Semoga Bermanfaat
==============================
Follow us:
https://instagram.com/bkldknasional/
https://twitter.com/bkldknas/
==============================
Daftarkan diri Anda pada acara Training Aktivis dakwah kampus
pada 27 Maret 2015 di Institut Pertanian Bogor
klik dan isi formulir berikut:
bit.ly/TrainingAktivis
Daftarakan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Anda
pada acara SIMNAS 2016 BKLDK 25-27 Maret 2015 di Institut Pertanian Bogor
klik dan isi formulir berikut:
bit.ly/daftarsimnas
==============================

Join the discussion 2 Comments

Leave a Reply