Mengenal LGBT dan Solusinya (1)

          Media sosial saat ini tengah diramaikan dengan berita LGBT. LGBT merupakan akronim dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Istilah LGBT ini telah ada di Amerika Serikat sejak tahun 1988 untuk menggantikan penyebutan komunitas gay karena dianggap ada kelompok lain (yaitu lesbian, biseksual, dan transgender) yang belum terlingkup. Istilah ini mulai marak digunakan mulai tahun 1990-an. Adanya istilah LGBT ini telah membuktikan akan eksistensinya terlebih setelah negara adidaya Amerika melegalkan pernikahan sesama jenis.

          Tahun 1993, Dean Hamer, seorang ilmuwan mengungkapkan tentang hasil risetnya bahwa terdapat “gen gay” di dalam tubuh seorang homoseksual. Hasil penelitian inilah yang kemudian dipakai sebagai senjata kuat kaum gay untuk memperjuangkan hak-haknya.Namun, penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan lain setelahnya mengungkapkan hasil yang berbeda dan meruntuhkan teori “gen gay”. Hamer pun mengakui bahwa risetnya sebenarnya gagal memberi petunjuk bahwa homoseksual adalah bawaan. Oleh karenanya, LGBT bukan karena faktor gen, akan tetapi karena faktor dorongan dari luar.

         Dalam Islam, LGBT jelas merupakan sesuatu keharaman yang dengannya pasti mendatangkan dosa besar. Islam menjelaskan bahwa hikmah penciptaaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan adalah untuk kelestarian jenis manusia dengan segala martabat kemanusiaannya (QS. An-Nisa [4]:1). Perilaku seks yang menyimpang seperti homoseksual, lesbianisme dan seks diluar pernikahan bertabrakan dengan tujuan itu. Islam dengan tegas melarang semua perilaku seks yang menyimpang dari syariah. Islam memandang homoseksual sebagai tindak kejahatan besar. Pelakunya akan dijatuhi sanksi yang berat.

Nabi Muhammad SAW. bersabda:

“Siapa saja yang kalian jumpai melakukan perbuatan kaum Nabi Luth as. maka bunuhlah pelaku dan pasangan (kencannya)”. (HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah).

           Seksualitas pada dasarnya dorongannya bersifat instingtif (gharizah) yang berbeda dengan kebutuhan fisik (hajatul ’udhawiyah). Ya, kebutuhan fisik akan muncul dengan sendirinya. Siapapun yang sudah lama tidak makan, maka pasti akan merasakan lapar. Sipapun yang sudah lama tidak istirahat, maka akan merasakan lelah. Sedangkan gharizah, akan muncul apabila ada rangsangan seperti gharizah untuk mempertahankan diri yang akan muncul apabila ada ancaman. Begitu juga dengan hasrat untuk homoseksual, akan muncul apabila terdapat rangsangan. Rangsangan yang muncul dapat berupa pikiran dan realitas yang nampak. Cara untuk mencegah perilaku homoseksual ini adalah dengan menghilangkan dua jenis rangsangan ini.

        Kita harus sadari, pemikiran yang merangang timbulnya hasrat LGBT adalah pemikiran liberalisme. Liberalisme mengajarkan bahwa orang bisa melakukan sesukanya selama tidak mengganggu orang lain. Katanya, yang penting sama-sama asik. Selain itu, hak asasi manusia (HAM) juga digunakan sebagai dalih untuk melakukan perbuatan kaum sodom. Inilah pemikiran yang semata-mata datangnya hanya dari manusia. Padahal pikiran manusia dapat bersifat benar maupun bersifat salah. Allah SWT telah membuat peraturan yan sempurna untuk umat manusia.

“Dan Kami telah menurunkan kitab (Al Quran) sebagai penjelas segala sesuatu” (QS. An Nahl:89)

“Tidak ada sesuatupun yang Kami luputkan di dalam Kitab (Al Quran)” (QS. Al An’am: 38)

          Realitas fisik dapat berupa segala sesuatu yang nampak dan  dapat merangsang orang untuk mencoba-coba. Contohnya seperti pornografi, pornoaksi, dan segala macam bentuk tayangan yang menampilkan perilaku LGBT dan yang mendekatinya. Beberapa contoh tadi ternyata masih beredar bebas di sekitar kita bahkan secara tidak sadar, bisa jadi kita melihatnya setiap hari.

          Perlu kita sadari  bahwa banyaknya penyimpangan dan masalah yang terjadi saat ini tidak terlepas dari syariat yang tidak dilaksanakan secara utuh di tengah-tengah kehidupan kita. Islam merupakan agama yang sempurna yang mengatur mulai dari individu sampai negara. Siapapun yang menginginkan kehidupan yang baik, hendaknya menuntut penerapan syariat secara utuh.

 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya(QS al-A’raaf:96).IMG-20160129-WA0003

Join the discussion One Comment

Leave a Reply