Sudahkah kita menjadi teman yang baik?

By 14 January 2016 Opini Mahasiswa No Comments

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Hadits ini bukan untuk memuji tukang minyak wangi yang bisa membuat temannya ikut-ikutan jadi wangi dan menyudutkan pandai besi. Hadits ini menjelaskan tentang peran dan dampak dari seorang teman. Ya, banyak orang-orang jatuh ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan karena teman bergaul, tapi tidak sedikit pula yang akhirnya mendapatkan hidayah karena bergaul dengan teman-teman yang shalih.

“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)

Tanyakan pada diri kita sekarang. Dengan siapa kita berteman? Dan apakah kita sudah menjadi teman yang baik untuk teman kita?

gghl

Leave a Reply