Muslim tidak Layak Turut dalam Perayaan Tahun Baru Masehi

By 31 December 2015 Opini Mahasiswa No Comments

Awal muasal tahun baru 1 Januari merupakan riutal penyembahan kepada dewa matahari oleh kaum Romawi. Romawi terletak di bagian utara bumi sehingga mengalami 4 musim, menurut paham Romawi kuno musim dingin adalah pertanda ’mati’ nya matahari karena saat itu matahari bersembunyi di wilayah bagian selatan khatulistiwa. Titik terjauh matahari adalah pada tanggal 21-22 Desember setiap, kemudian mulai naik tanggal 25 Desember hingga 6  hari setelahnya.

Tahun baru merupakan perayaan ’Kembalinya Matahari’ menyinari bumi untuk Sol Invictus (Dewa Matahari). Orang-orang Romawi merayakan Tahun Baru dengan berjudi, mabuk-mabukan, bermain perempuan dan segala tindakan keji penuh nafsu kebinatangan Persis seperti yang terjadi di dunia saat ini, termasuk di Indonesia, juga di wiliyah Kabupaten Bogor, dikutip dari channelmuslim.com, Dr. KH. Ahmad Mukri, Ketua MUI Kabupaten Bogor merasa prithatin dengan perayaan tahun baru dijadikan sebagai ajang kebebasan segalanya, terompet, dansa, miras, bahkan seks bebas.

BKIM IPB ingin menekankan bahwa ’Perayaan Tahun Baru’ dan derivatnya bukanlah berasal dari Islam, baik dari segi budaya maupun gaya hidup. Perayaan ini tak lain adalah upaya untuk menyebarkan sekularisme. Lewat sekularisme ummat islam dijauhkan dari pemikiran, perasaan dan budaya serta gaya hidup yang Islami, perhatiannya dialihkan dari penderitaan dan kedzaliman yang terhadap palestina, suriah, dan negara muslim lain, para pemudanya diracuni dengan budaya-budaya Barat, dan masih banyak lagi.

Padahal, sebagaimana Hadits Rasulullah SAW, dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud)

Walhasil, kaum muslim tidak layak larut dan sibuk dalam perayaan haram tahun baruan. Kaum Muslim itu punya identitas, tidak latah dan ikut-ikutan. Jangan sampai hanya karena iseng, ikut-ikutan, kita jadi membahayakan aqidah kita. Semoga Allah cukupkan kita dengan Islam, Allah ridhai hati kita puas hanya dengan Islam, cukup Allah dan Rasul-Nya

____

Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM) IPB

CP : Rizki (0857-1649-9918)

Add LINE@ BKIM : @yyt6184h

Leave a Reply