Ketika Muslim Mengucapkan Selamat …

By 25 December 2015 Opini Mahasiswa No Comments

Saudaraku seiman, pasti setiap tanggal 25 Desember 2015 terjadi diskusi boleh mengucapkan-tidak boleh mengucapkan selamat natal dan tahun baru. Ini wajar saja, karena begitulah dan selalu begitu. Manusia kadang berbuat sesuatu yang dianggap baik, namun caranya menyalahi syariat.

Maka kami tidak bosan-bosan setiap tahun selalu mengeluarkan opininya bahwa “muslim tidak boleh mengucapkan selamat natal” tentu ini dalam rangka ta’muru nabil ma’ruf wa tanhauna ‘alal mungkar (menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar). Karena kami melihat masih banyaknya di antara muslim yang masih keliru dalam menyikapi hal ini.

“Galau masbro, temen saya yang Kristen sering ngucapin selamat idul Fitri… masa saya enggak ngucapin selamat natal”

Nah ini yang menjadi dilema saudara-saudara kita, merasa bersalah dan tidak adil. Maka bagaimana sikap kita seharusnya…?

Saudaraku yang seiman, dalam menyikapinya kita harus menimbang-nimbang dan selalu menganalisa mana perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Silakan lihat post sebelumnya,
Tentang hadlarah dan madaniyah =>

https://www.facebook.com/BKIMedia/photos/pb.225164341311.-2207520000.1451036301./10153282645486312/?type=3&theater

Jika sudah dibaca, maka saudara mudah-mudahan bisa membedakan mana yang boleh dan tidak boleh. Jika ditarik kesimpulan, hadlarah dan madaniyah khas tidak boleh sedangkan madaniyah yang bersifat umum diperbolehkan (misalnya speaker dll)…

Maka yang menjadi pertanyaan, apakah mengucapkan selamat natal merupakan hadlarah atau bukan..

Selamat natal menurut orang kristiani bermakna selamat atas lahirnya Jesus. Dimana Jesus merupakan tuhan yang menjelma menjadi manusia guna menebus dosa turunan dari zaman nabi adam. Selain itu, mereka juga mengimani bahwa Jesus merupakan putra Tuhan Bapak….

Maka, ketika kita mengucapkan selamat natal, ada tiga hal yang terjadi, pertama kita mengakui bahwa pada tanggal 25 Desember merupakan kelahiran Tuhan, artinya TUHAN DILAHIRKAN…
yang kedua kita mengakui bahwa AL-KHALIQ MEMILIKI ANAK, yang ketiga kita mengakui kebenaran KONSEP TRINITAS….

Sedangkan umat muslim memiliki aqidah bahwa Allah itu Esa, tidak beranak juga tidak diperanakan.

Silakan buka surat al-Ikhlas.

Sehingga sangat jelaslah ini merupakan hadlarah, karena merupakan pandangan khas orang Kristen yang tidak boleh diadopsi apalagi dilakukan oleh muslim.

Sedangkan, ketika mereka mengucapkan selamat Idul Fitri, itu beda levelnya….
Selamat natal itu selevel dengan mereka mengucapkan kalimat syahadat…

Maka sikap kita sebagai muslim adalah dengan tidak mengganggunya, inilah yang dimaksud toleransi.

—————————————————————————-
Lagipula, layakkah bagi kita sebagai manusia mengucapkan selamat kepada orang yang tersesat???!

Mau ngaji dengan BKIM? CP: 0857 1649 9918

Leave a Reply