Menyikapi Persoalan PT Freeport dari Sudut Pandang Islam

By 16 December 2015 Opini Mahasiswa 2 Comments

Fakta Freeport
1. PT. Freeport telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1967 hingga masa kontrak perjanjian habis pada tahun 2021. Meski demikian PT Freeport sudah kembali mengajukan perpanjangan kontrak hingga tahun 2041.

2. Tambang Grasberg (Freeport-McMoRan Cooper & Gold) di Papua merupakan tambang emas terbesar didunia yang menyumbangkan sebagian besar simpanan emas AS. (m.liputan6.com)

3. Royalti yang dibayarkan PT.Freeport  sejak tahun 1967-2014 untuk tembaga: 1.5% emas: 1%. Meski dikabarkan PT Freeport telah sepakat untuk menaikkan royalti menjadi 4% untuk tembaga dan 3.5% emas (migasnews.co), royalti yang diberikan kepada Indonesia jauh di bawah nilai minimum yang berlaku di dunia saat ini, yaitu sebesar 7%.

4. Pajak PT Freeport disebut-sebut sebagai sumber APBN negara (1.7%), padahal total pajak yang dibayar PT Freeport hanya Rp 2.6 Triliyun atau US$ 192jt (US Securities and Exchange Comission), sedangkan 1.7% APBN 2014 adalah sebesar Rp 28.3 Triliyun. Jadi pajak tersebut hanya menyumbang 0.0015% APBN.

4. Bukannya diminta mengikuti peraturan yang ada, PT Freeport justru diberi berbagai keringanan dalam UU yang dilanggarnya. Berdasarkan UU No 4/2009 tentang Minerba, tahun 2014 lalu adalah tenggat waktu terakhir untuk membangun smelter bagi seluruh perusahaan tambang di Indonesia. Hingga awal tahun 2015, pembangunan smelter PT Freeport masih menjadi rencana, pemerintah justru menurunkan kewajiban pajak dari 7% menjadi 5% karena PT Freeport sedang melakukan pembangunan smelter (migasnews.co)

5. Belakangan ini publik dibuat gempar oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto yang disebut-sebut meminta saham PT Freeport sebesar 20% dengan mencatut nama presiden dan wakilnya (tempo.co)

❓Bagaimana Islam mengatur masalah pertambangan❔

•  Seorang sahabat pernah datang kepada Rasulullah saw, lalu meminta (tambang) garam. Ibn al-Mutawakkil berkata, “(Maksudnya tambang) yang ada di Ma’rib.” Beliau kemudian memberikan tambang itu kepada dia. Ketika dia pergi, seseorang di majelis itu berkata (kepada Nabi saw.), “Apakah Anda tahu apa yang Anda berikan? Sesungguhnya Anda memberi dia (sesuatu laksana) air yang terus mengalir.” Ibn al-Mutawakkil berkata, “Rasul lalu menarik kembali (tambang itu) dari dia (Abyadh bin Hamal).” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi dan al-Baihaqi).

• “Kaum Muslimin berserikat dalam tiga hal, air, padang rumput dan api.” HR.Abu Dawud

Permasalahan PT Freeport adalah bukan dari berapa persen royalti untuk Indonesia, atau berapa persen sahamnya untuk pemerintah. Namun, masalahnya adalah kepemilikan tambang itu sendiri, sebenarnya milik siapakah Tambang Grasberg?

Islam menetapkan tambang adalah milik umum seluruh rakyat. Tambang harus dikelola langsung oleh negara dan seluruh hasilnya dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat. Begitu pula bunyi yang sama pada pasal 33(3) UUD 1945 “Bumi, Air, dan kekayaan alam yang dikandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Namun seperti pasal tentang hak pendidikan, pemeliharaan anak terlantar, dan pasal-pasal lainnya, pasal 33 ini juga hanya berakhir sebagai kata-kata. Sesungguhnya hanya dengan pengelolaan sesuai aturan islamlah, masyarakat akan mendapatkan hak-haknya, kekayaan alam akan benar-benar menjadi berkah buat negeri ini dan penduduknya.

Pemberian ijin ataupun perpanjangan ijin kepada swasta/asing untuk menguasai pengelolaan tambang, termasuk Freeport, jelas menyalahi Islam.

Pemerintah harus cerdik dalam mengambil langkah, memutus kontrak dengan PT Freeport dan mengelolanya untuk kemaslahatan rakyat, memberikan keuntungan terbesar bagi rakyat dan memperjuangkan nasib generasi mendatang.
___________
Badan Kerohanian Islam Mahasiswa
Institut Pertaninan Bogor
CP Rizki (+62 857-1649-9918)
#BKIMIPB

Join the discussion 2 Comments

Leave a Reply