Tips & Tricks : Sukses Asrama dan TPB

By 27 June 2015 Opini Mahasiswa No Comments

Ahlan wa sahlan, selamat datang mahasiswa cakra nusantara angkatan 52 di kampus Institut Pertanian Bogor. Yey, Alhamdulillah teman-teman telah terpilih menjadi mahasiswa di kampus terbaik. Kampus yang akan menjadikan diri kita generasi penggerak pembangun peradaban. Wishh.. keren kan?

Ya, meskipun kita jauh-jauh meninggalkan rumah dan kampung halaman pergi merantau ke Bogor, mari kita luruskan niat bahwa kita pergi untuk menuntut ilmu karena Allah agar semua tak sia-sia dan bernilai pahala.

Oh iya perkenalkan kami dari Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM) akan memberikan tips dan trick untuk membantu  teman-teman  beradaptasi dalam menjalani kehidupan di dunia kampus (Yey.. #untungAdaBKIM). Let’s Cekidot!

Asrama dan Sejuta Cerita

Di IPB, semua mahasiswa tingkat pertama wajib tinggal di asrama. Kalau kampus lain, di tahun pertama disibukkan dengan cari kosan, di IPB kita dimudahkan dengan adanya asrama. Mesti kita bertanya-tanya dong ya bagaimana sih rasanya hidup di asrama? Gimana sih menjalani kehidupan asrama?

Asrama itu artinya kita engga tinggal di rumah dan hidup dengan orang baru, temen baru. Di awal-awal proses adaptasi dengan lingkungan baru, kalau yang ga biasa jauh dari ortu kita akan merasakan home sick alias kangen rumah. Home sick ini sesuatu yang wajar, tapi kalau home sick nya keterusan, bisa jadi pengganggu konsentrasi belajar  di perkuliahan, gak maukan? Yup, kalau home sick melanda kita harus ingat kembali tentang tujuan besar kita datang ke IPB, tujuan kita kan pengen dapet ilmu yang bermanfaat yang nantinya berguna bagi masyarakat intinya kita ingin sukses. Kesuksesan tidak dicapai secara gratis, tapi butuh pengorbanan. Ya, salah satunya berkorban jauh dari orangtua. InsyaAllah Man Jadda wa Jadda (barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil). Soal ortu kita minta do’a sama Allah, semoga keluarga di rumah senantiasa dilindungi oleh Allah. Salah satu cari mengatasi home sick adalah jalinlah pertemanan dengan banyak orang. Hindari ngelamun di kamar sambil kangen rumah, keluar dari kamar dan jalinlah pertemanan. Semakin banyak teman semakin seru dan ini akan sedikit mengobati home sick kita.

Oh iya Di asrama juga kita akan bertemu dengan teman-teman lain yang latar belakangnya beda-beda karena IPB menyeleksi mahasiswanya dari sabang sampai merauke. Nah, perbedaan bahasa, kebiasaan, cara pandang, sifat pribadi, dan perbedaan lainnya ini bisa jadi akan mendekatkan atau justru menjauhkan. Kuncinya adalah pahami teman-teman baru kita, kenali apa kebiasaannya, apa yang dia suka dan gak suka. Ini penting loh, boleh jadi sesuatu yang kita suka teman baru kita tak suka, kita mesti pandai memahami kalau engga nanti cekcok, hehe. Dan kita juga mesti belajar mengkomunikasikan diri kita seperti apa, janganlah kita pendam rasa ga’sreg’ kita ke temen.InsyaAllah kalau kita sampaikan temen kita ngerti kok.  Disinilah dibutuhkan komunikasi yang jitu serta keinginan kuat untuk saling mengenal dan memperbaiki. Komunikasi itu gampang-gampang susah loh semangat ya.

 

Dunia Kuliah TPB

Yey.. bedanya IPB sama kampus lain adalah kita punya Tingkat Persiapan Bersama ada lagi yang bilang Tingkat Paling membahagiakan, hehe. TPB itu ibarat SMA kelas 4, yang dipelajari ya materi SMA. Bedanya kalau kuliahan per pertemuan bahas satu bab, yang biasanya di SMA kita beberapa kali pertemuan. Perbedaan lainnya di kuliah satu kelasnya itu ada ratusan orang, nah kita mesti belajar konsentrasi nih kalau bisa duduk didepan ya perhatikan dosen mengajar. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mendukung perkuliahan TPB diantaranya adalah pertama jangan biarkan isi kepala kita kosong saat kuliah. Biar nyambung sebelum kuliah malamnya kita usahakan untuk baca dulu materinya, biar saat dosen mengajar kita nyambung. Kedua, catat yang penting pas dosen menjelaskan. Ketiga setelah perkuliahan usai usahakan baca lagi materi kuliah tadi biar nempel dan makin paham. Ketiga, cari temen, belajar bareng. Keempat, ikutan bimbel belajar. Kelima, kerjakan tugas kuliah jangan ditunda-tunda. Keenam dll.

Hal yang penting yang mesti kita ingat, hal utama adalah senantiasa menjaga niat, kita niatkan menuntut ilmu untuk Allah ta’ala. Biar optimal on terus sama Allah. Kalau lupa sama Allah nanti kacau balau.

 

Mahasiswa Bukan Siswa Lagi

Saudara, meskipun kita mesti belajar terus. Jangan sampai kita jadi autis, jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) doing. Hey kita bukan siswa lagi, kita ini mahasiswa. Mahasiswa yang bukan siswa lagi, kita ini selalu menjadi penggerak revolusi besar yang terjadi di dunia. Kita ini seorang intellectual, agent of change, dan iron stock. Keren kan? Yup bener banget, kita ini islam mahasiswa , umat menunggu kontribusi terbaik kita untuk menjadikan negeri ini lebih baik lagi. Gak mau kan dunia jadi kacau balau gara-gara kita ga peduli dan sibuk sendiri?

Satu hal yang paling penting, jauh sebelum mahasiswa kita adalah seorang muslim yang memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu islam. Kita gak mau dong cuman pinter doang, tapi gak tau tentang islam. Kita semua maunya saat pulang ke rumah nanti kita ini mahasiswa pinter, soleh, bisa selesaikan masalah, bukan cuman masalah sendiri tapi juga masalah umat. Solih artinya menjalani hidup sesuai dengan yang Allah perintahkan,  Untuk jadi solih kita butuh ilmu. Karena kita tau bukan? Dunia itu sementara dan mati adalah sebuah kepastian. Kita tentu tak mau di yaumil hisab nanti kita jadi orang merugi karena jauh dg islam. Untuk itu Badan Kerohanian Islam Mahasiswa ada sebagai wadah bagi kita untuk menempa diri jadi mahasiswa pinter, solih, mengoptimalkan potensi untuk kemaslahatan umat dll. Gak sabar kan? Yuk  Gabung sama BKIM #RohisnyaIPB dan #LDKnyaIPB.

Leave a Reply