Training ‘Melejitkan Potensi Diri’

By 23 February 2015 Opini Mahasiswa No Comments

Training ‘Melejitkan Potensi Diri’

 

Kamis (5/02/15) Departemen keputrian BKIM IPB mengadakan training “melejitkan potensi diri” untuk para pengurus Deputi BKIM. Training yang berisi kiat-kiat untuk melejitkan potensi yang ada pada diri seorang pengemban dakwah ini dilaksanakan di ruang IKK 1 pada pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB. Sebagai pengisinya, didatangkan seorang trainer spesialis konsultan parenting yang juga merupakan alumni dari BKIM, Ir. Dini Sumaryanti.

Kiat untuk melejitkan potensi diri disingkat dengan 4-on, yakni: Vision, Action, Passion dan Collaboration. Pertama, Vision, untuk

menigkatkan kapasitas diri dimulai dengan menentukan visi hidup mulai sekarang (visi akhirat, visi dunia, dan resolusi). Para peserta diberi waktu 5 menit untuk menentukan visi hidupnya tersebut. Ketiganya harus senantiasa selaras, resolusi yang merupakan target-targetan kecil sudah semestinya menghantarkan pada visi dunianya, dan visi dunia yang ditetapkan adalah suatu visi yang akan berkontribusi untuk visi akhiratnya.

Kedua, Action, setelah menentukan visi hidup maka lakukanlah! Buat skala prioritas dalam setiap aktivitas berdasarkan hukum syara dimulai dengan perbanyak yang wajib dan sunnah, sedikitkan yang mubah, hindari yang makruh dan tinggalkan yang haram. Kemudian lakukan kerja keras (perkuat myelin) untuk menjadi terbiasa, kerja cerdas (asah brain memory), dan kerja ikhlas yaitu senantiasa melibatkan Allah SWT dalam segala aktivitasnya. Pengurus departemen keputrian kemudian diminta menuliskan action yang akan dilakukan selama 30 hari ke depan, kemudian dishare antar peserta yang duduk bersebelahan untuk saling menanyakan ketercapaiannya pada hari ke 3o nanti.

Ketiga, Passion (hasrat, gairah). Tidak mungkin usaha melejitkan potensi diri dilakukan tanpa mengenali potensi yang dimilikinya. Passion masing-masing orang ternyata dapat diketahui melalui mesin kecerdasan seseorang, yaitu otak. Berdasarkan metode STIFIN dikenali 5 kategori karakter bawaan seseorang yang dapat diturunkan secara genetis, yaitu Sensing, ditandai dengan memori yang kuat serta betah untuk melakukan rutinitas yang sama setiap hari, Thinking dengan karakter khasnya selalu berpikir logis dan penekanan di angka, Intuiting cenderung cepat bosan, kreatif serta pelupa, Feeling yang memiliki empati tinggi dan emosinya yang kuat, dan terakhir Insting. Tidak ada yang benar ataupun salah dari kelima passion ini. Dengan mengenali passion, diharapkan seseorang dapat menjalani aktivitas dengan pola yang sesuai dengan ‘karakter’nya sehingga ia akan enjoy, bertumbuh, serta dihargai. Peserta training diharapkan segera menemukan passion dan mencari kaitannya dengan kegiatan yang mampu mendukung dakwah. Passion dengan hobi bisa jadi sama atau malah berbeda, namun untuk memudahkan, ciri passion adalah suatu kegiatan yang dicintai dan akan tetap dilakukan baik dalam keadaan sulit secara finansial ataupun berlimpah.

Keempat, Collaboration. Tentukan partner, yaitu orang yang akan diajak melakukan action bersama, seseorang yang akan diajak berjuang dan sama-sama bertumbuh untuk mencapai visi tadi. Partner dapat juga berupa saingan. Dalam memilih partner, carilah yang memprioritaskan Allah, sevisi, serta seseorang yang dapat saling menguatkan. Selain mencari partner, berguru dan bergaul dengan kingpin merupakan hal penting guna melejitkan potensi diri. Kingpin adalah seorang expert di bidang yang ingin ditekuni. Fungsi kingpin diantaranya sebagai pemberi masukan atas pencapaian yang telah diraih. Terakhir dan tidak kalah penting yaitu aktif di komunitas 3 tif (produktif, kontributif, inspiratif) agar suasana tetap kondusif untuk tetap bertumbuh.

Keempat kiat tadi diharapkan dapat membantu para pengurus Deputi BKIM untuk mengenali potensi diri masng-masing dan melejitkannya demi perkembangan dakwah kampus. Acara training kemudian ditutup dengan pembacaan do’a bersama yang dipimpin oleh Elis Irma (THP 49).

 

#BKIMRohisnyaIPB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply