Permasalahan Kampus IPB dan Solusi ?

IPB adalah salah satu kampus besar yang ada di Indonesia. Berbagai prestasi telah diraih oleh IPB baik tingkat nasional maupun Internasional. IPB juga telah membukukan inovasi-inovasi setiap tahunnya. Dalam perjalanannya IPB bukan tanpa hambatan dan permasalahan justru banyak masalah yang dialami oleh kampus ini.

Dialog terbuka rektor yang diadakan pada 23 Mei 2014 di Auditorium Toyib Hadiwijaya Faperta telah dilaksanakan oleh BEM KM. Kegiatan ini merupakan sarana yang diharapkan dapat menjadi wadah aspirasi bagi mahasiswa. Kegiatan diawali dengan penyampaian Statuta IPB oleh Rektor IPB yang berisi tentang landasan-landasan yang menjadi acuan IPB kedepannya. IPB memiliki visi untuk menjadi perguruan tinggi yang terdepan dalam bidang pertanian, perikanan, dan biosains. IPB juga berkeinginan lulusannya mampu menjadi seorang wirausahawan baru.

IPB berkeinginan agar menjadi perguruan tinggi yang memiliki otonomi pengelolaan secara mandiri agar ke depannya tidak terpengaruh dengan kondisi negara.  IPB ingin jadi perguruan tinggi yang tidak terikat dan mampu mengawal setiap kebijakan pemerintah. Jika IPB menjadi perguruan tinggi badan hukum maka tidak akan bisa diintervensi oleh pemerintah yang ada dalam segala kebijakannya.

Banyak persoalan yang dihadapi oleh IPB yang menjadi pekerjaan rumah setiap tahunnya. Permasalahan terbesar terletak pada sarana di kampus yang bagi mahasiswa masih kurang meskipun dari pihak institusi telah melakukan upaya perbaikan terus menerus. Menurut Rektor perihal prasarana yang digunakan untuk menunjang kegiatan mahasiswa memang belum dapat terpenuhi semua. Kendala utama yang dihadapi adalah biaya. Anggaran yang dimiliki sekarang masih kurang sehingga perbaikan sarana diarahkan yang memang telah parah kondisinya. Pak Rektor menghimbau mahasiswa tetap bersabar.

Ketika berkata tentang kepuasan tentu kita tidak puas dengan kondisi yang ada. Akan tetapi kita harus bersabar karena pihak institusi kampus juga telah mengusahakan yang terbaik bagi mahasiswa. Tugas kita adalah melakukan pengawalan terhadap kebijakan kampus yang ada dan menyampaikan perihal yang jadi aspirasi kita. Bukan berarti kita harus bersikap anarkis dalam menyampaikan pendapat kita.

Permasalahan kampus IPB juga berasal dari sistem yang diterapkan di kampus. Sistem studi yang ketat mendorong mahasiswa menjadi orang yang hanya mementingkan studi sehingga kemampuan akademik saja yang berkembang tetapi kemampuan sosialnya tidak berkembang. Individu yang hanya mengedepankan studi tanpa belajar yang lain akan cenderung pragmatis dan akan kesulitan saat terjun di masyarakat. Terlebih dengan adanya sistem lulus 4 tahun bagi sarjana membuat mahasiswa semakin berlomba-lomba dalam studi dan tidak mementingkan hal lain. Justru kemampuan softskill yang akan membawa kita pada kesuksesan bukan hanya kemampuan dalam disiplin ilmu tertentu saja. Harus ada upaya untuk memperbaiki jika tidak maka lulusan IPB layaknya robot saja.

Pergaulan di kampus juga semakin tidak sehat. Kondisi sekarang yang sangat bebas membuat kampus dijadikan sebagai tempat yang tidak senonoh. Bahkan sekarang telah mulai menyebar perilaku menyimpang yang lebih parah.  kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan mengingat mahasiswa adalah generasi emas yang nantinya akan memimpin bangsa. Peran institusi dalam mengatasi permasalahan moral mahasiswa sangat besar. Institusi perlu membentengi mahasiswa dengan akhlak yang baik.

Akhirnya, kita harus berusaha bersama untuk memperbaiki kampus ini. Kondisi prasarana harus berusaha dipenuhi oleh institusi. Perbaikan moral mahasiswa dengan melakukan pembinaan Islam yang menyeluruh.

Miftahur Rizqi Akbar
Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura

Join the discussion 2 Comments

Leave a Reply