UN: Standar Mutu Pendidikan yang Salah Arah

Ujian Nasional (UN) adalah suatu cara yang digunakan pemerintah Indonesia untuk melakukan penilaian terhadap standar mutu bagi sekolah yang ada. Beragam reaksi muncul dari masyarakat Indonesia. Banyak yang menolak karena UN membuat anak menjadi stress dan ada yang sampai bunuh diri. Baru-baru ini terjadi peristiwa yang cukup tragis siswa smp 1 Tabanan Bali bunuh diri yang diduga stress karena UN. Pak Menteri prihatin dengan peristiwa ini tetapi tetap UN akan terus berjalan dengan dalih memang UN adalah jalan untuk menentukan kualitas pendidikan di Indonesia (detik.com edisi 08 Mei 2014). Pada prakteknya UN bukan berjalan mulus begitu saja banyak praktek kecurangan mulai dari menyimpan jawaban di HP, adanya kunci jawaban bocoran, dan praktek kecurangan yang lain yang ini dapat memicu korupsi di masa mendatang. Konsep pendidikan yang hanya diukur secara kuantitatif melahirkan generasi yang pragmatis yang cenderung akan melakukan berbagai cara agar tujuannya tercapai termasuk dengan kecurangan. Hal ini dilakukan akibat orientasi yang hanya pada nilai saja. Siswa hanya pandai dalam bidang akademik saja tetapi tidak memiliki etika dan nilai sosial yang baik. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengukur mutu suatu sekolah bukan hanya UN yang dijadikan pilihan. Setiap siswa punya potensi masing-masing yang hendaknya dapat dikembangkan disanalah peran sekolah untuk mengambangkan potensi siswa tersebut. Peran pemerintah adalah memberikan berbagai fasilitas agar sekolah bisa maju. Pemberian fasilitas ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintah.

deni-triwardana-curang curang un1

Perkembangan pendidikan dalam sejarah peradaban Islam sangatlah gemilang ini terjadi pada saat kekhilafahan Abasiyah. Pada masa ini perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah pesat hingga eropa yang waktu itu masih berada dalam zaman kegelapan banyak mengirimkan pangeran kerajaan untuk belajar disana. Bahkan di ibukota ada perpustakaan terbesar di dunia yang memuat ratusan ribu. Hak mendapatkan pendidikan dalam Islam berlaku bagi warga muslim maupun non muslim. Bagi muslim ilmu yang pertama kali wajib adalah tentang Islam. Siswa-siswa yang belajar memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar karena tidak perlu berfikir tentang biaya karena segala biaya ditanggung oleh negara. Sehingga para siswa sangat terpacu dalam belajar karena berada pada kondisi ideal. Tujuan menuntut ilmu karena memang kewajiban sekaligus amal ibadah kepada Allah SWT. Pendidikan tidak mengejar pada aspek materialisme tapi pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap individu.

ilustrasi-_120703180755-957foto-al-kindi

Adanya UN tidak terlepas sendiri namun berkaitan juga dengan sebuah sistem yang ada saat ini yaitu sistem kapitalisme. Sistem ini mendorong orang berusaha agar menguasai berbagai sumber daya. Orang akan terdorong untuk bersifat hedonis dan materialis. Pendidikan juga akan diarahkan ke arah sana yaitu pencetakan tenaga kerja murah dan terampil. Pertama kita harus menolak konsep standar mutu melalui UN dan mengganti sistem kapitalisme dengan sistem milik Allah yaitu Islam. Manusia adalah makhluk yang mulia sudah sepantasnya menggunakan suatu aturan yang mulia juga yaitu aturan Allah. [mra]

Follow : @miftarizqiakbar

Leave a Reply