PERNYATAAN RESMI LDK BKIM IPB : HIV/AIDS, SELESAIKAN DENGAN ISLAM BUKAN PEKAN KONDOM NASIONAL

By 4 December 2013 Agenda Dakwah Kampus 5 Comments

Assalamu’alaikum wr. wb.

Tak dapat disangkal bahwa perilaku seks bebas di kalangan remaja makin memprihatinkan. Kasus video mesum yang dilakukan pelajar SMP Negeri Jakarta dalam lingkungan sekolah Oktober lalu, menunjukkan betapa seks bebas telah begitu merajarela di dunia remaja kita. Apalagi peristiwa memilukan dan memalukan bukan pertama kali terjadi. Pertengahan tahun ini, masyarakat juga dibuat terkejut dengan kasus pelajar SMP di Surabaya yang menjadi mucikari untuk kawan-kawannya sendiri. Pelaku menawarkan siswi-siswi, yang merupakan teman sekolahnya, kepada lelaki hidung belang untuk menjadi PSK. Kondisi ini makin menguatkan hasil survei yang dirilis Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa 32% remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Tingginya angka perilaku seks bebas berimbas pada bertambahnya jumlah pengidap HIV/AIDS di kalangan remaja. Berdasar data resmi Kementerian Kesehatan RI, pada triwulan kedua tahun 2011, secara kumulatif jumlah kasus AIDS tercatat sebanyak 26.483. Dilihat dari kelompok umur, pengidap terbesar pada kelompok umur 20-29, sebanyak 36,4% disusul dengan kelompok umur 30-39 tahun sebesar 34,5%.

Ditengah genderang perang yang ditabuh umat Islam untuk menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran moral, pemerintah melalui Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bersama DKT Indonesia dan Kementerian Kesehatan akan menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) pada 1 Desember hingga 7 Desember mendatang. Disebutkan, akan ada pembagian kondom secara gratis pada acara tersebut. PKN yang mengusung tema “Protect Your self, Protect Your Partner” yang sebenarnya merupakan wujud kepedulian terhadap HIV dan AIDS.

Program kondomisasi mulai digencarkan pemerintah sejak era Menkes Nafsiyah Mboi. Meski ia sendiri membantah adanya program kondomisasi, tetapi faktanya Kemenkes menjalankan program pembagian kondom kepada kalangan pelaku seks beresiko tinggi, yakni para pria pelanggan prostitusi. Menkes beralasan, jika tidak ada program terobosan dalam penanggulangan AIDS maka pada tahun 2025 akan ada 1.817.700 orang terinfeksi AIDS. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mencegah penularan itu adalah “dengan menggunakan kondom dari laki-laki yang berisiko kepada perempuan pekerja seks maupun istrinya.”(bbc.co.uk/indonesia, 25/6/ 2012).

Pemerintah juga memperluas program penyebaran kondom ini kepada remaja. Menurutnya mempermudah akses remaja untuk mendapatkan kondom diharapkan dapat menekan angka aborsi dan kehamilan yang tak diinginkan (detik.com, 15/6/2012).  Tindakan ini harus ditentang, karena alih-alih menjadi solusi, program kondomisasi justru akan menyuburkan perilaku seks bebas. Para pelaku seolah justru mendapat pembenaran untuk melakukan perzinaan yang penting dengan menggunakan kondom.

Patut dicurigai program ini mengandung motif bisnis, langsung atau tidak. Para pebisnis kondomlah yang akan mengeruk keuntungan dari program seperti ini. Program ini juga akan melanggengkan dan menyuburkan prostisusi dan perzinaan. Itu artinya bisnis kemaksiyatan ini akan makin besar dan menguntungkan pelaku dan kapitalis bisnis ini. Jadi kondomisasi mengandung muatan kapitalisasi untuk keuntungan segelintir orang dengan mengorbankan keselamatan dan moral publik.

Berkenaan dengan itu, LDK BKIM IPB mengeluarkan pernyataan:

  1. Mengutuk keras dan menolak dengan tegas kebijakan pemerintah yang  secara tidak langsung melegalisasi seks bebas melalui “Pekan Kondom Nasional” (PKN).
  2. Mengajak kepada seluruh mahasiswa dan intelektual muslim untuk melakukan kontrol terhadap setiap kebijakan pemerintah, serta senantiasa mengamalkan ilmunya untuk membangun generasi bersya’siyah Islam.
  3. Menyerukan kepada seluruh ulama, tokoh masyarakat, serta aktivis lembaga dakwah kampus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar fakta bahwa Islam merupakan solusi bagi seluruh masalah, termasuk perihal penanggulangan HIV/AIDS dan seks bebas, dapat tersebar luas dan diperjuangkan oleh seluruh kaum muslimin.
  4. Mengajak segenap civitas akademika di lingkungan kampus IPB untuk bersama menghancurkan sistem sekuler yang telah melahirkan kerusakan pergaulan dan menegakkan sistem Islam dalam Khilafah yang akan melindungi moralitas remaja dan bangsa ini serta mengikis dengan tuntas segala bentuk kemaksiatan yang merajalela di tengah masyarakat sehingga keberkahan dari Sang Pencipta niscaya akan didapatkan.
  5. Allah swt berfirman:

 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-Anfal [8]: 24)

Demikianlah pesan ini kami sampaikan tanpa ada maksud lain, kecuali hanya sebagai rasa tanggung jawab dan bentuk keprihatinan sebagai sebuah lembaga dakwah yang menginginkan generasi muda menjadi generasi emas yang akan mampu memimpin umat. Kami berharap seruan ini mendapat tanggapan yang baik dan menjadi langkah kecil yang akan membuat seluruh elemen akademika kampus memiliki langkah besar dalam menyikapi musibah ini.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal mawla wa ni’man nashiir.

Wassalamu alaikum wr. wb.

 

CP: Kanda Raharja (0857-7874-0949)

Twitter : @ldkbkimipb

FB: Bkim Ipb

Join the discussion 5 Comments

Leave a Reply