Optimalkan Masa Sempit untuk Keabadian

By 26 May 2013 Hikmah One Comment

Oleh Rasya Tsaurah

Masih ingatkah kita dengan masa sekolah tempo dulu? Kita hanya benar-benar belajar atau fokus dalam belajar manakala datang waktu ujian.  Atau ingatkah kita dengan pekerjaan rumah dan pekerjaan-pekerjaan lainnya? Ketika sudah datang waktu deadline, maka barulah kita bergegas mengerjakannya karena sudah tidak ada waktu lagi. Bahkan tak jarang muncul rasa sesal karena kita tidak bisa meraih hasil yang diharapkan. Kita menyesal telah menunda-nunda waktu sehingga terlambat mengoptimalkan usaha.

Tergambarlah betapa pentingya waktu sebagai sumberdaya kehidupan yang terbatas. Setiap jam bahkan detik yang sudah berlalu tidak dapat kembali. Karena itu sangat berbahaya bila kita menyia-nyiakan waktu dan menundanunda sebuah aktivitas. Apalagi kita tidak mengetahui apa yang terjadi di masa depan.

Kita berusaha memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik mungkin. Kesadaran akan pentingnya waktu yang ‘mepet’ membuat kita senantiasa berusaha sebisa mungkin mengaturnya demi keberhasilan kehidupan kita. Namun seringkali kesadaran ini hanya ada dalam lingkup aktivitas kehidupan rutin sehari-hari. Jarang sekali kita mengaitkan waktu yang mepet untuk menyongsong kehidupan kita di akhirat kelak.  Kendati kehidupan di akhirat kelak adalah kehidupan yang hakiki. Kehidupan yang sebenar-benarnya.

Allah SWT dalam surat AsSajdah ayat 5 menyebutkan bahwa satu hari waktu akhirat setara dengan 1000 tahun waktu di dunia. Artinya, jika rata-rata umur manusia Indonesia 63 tahun, maka itu sama dengan 1,5 jam waktu akhirat. Sehingga sebetulnya waktu kita di dunia ini sangat singkat.

Bandingkan dengan kehidupan akhirat (kelak) yang abadi. Hidup selama-lamanya. Tanpa batas waktu. Mereka yang menuju akhirat dengan bekal kebaikan, iman dan amal shalih, maka akan menikmati kehidupan di surga selama-lamanya (QS Al-Bayyinah: 8). Sedangkan mereka yang menuju akhirat dengan keburukan, membawa dosa, apalagi tanpa iman dan amal shalih, maka akan mendapat siksa di neraka selama-lamanya. Mereka kekal di dalam neraka (QS Al-Bayyinah: 6)

Kehidupan di akhirat yang abadi itu ternyata hanya ditentukan waktu 1.5 jam saja. Maka sudah selayaknya jika kita mesti bergegas, mengusahakan segala upaya agar kita bisa memanfaatkan waktu di dunia ini dengan kebaikan seoptimal mungkin. Sungguh waktu yang kita miliki sangat sempit.

Allah SWT telah mengingatkan kita bahwa manusia pasti akan mengalami kerugian. Kecuali mereka yang beriman, mengerjakan amal shalih, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Maka, marilah kita  optimalkan waktu yang sempit di dunia ini untuk menjaring kebaikan sebagai bekal menuju akhirat yang pasti datang waktunya. Entah kapan.

Join the discussion One Comment

Leave a Reply