Demi Cantik

By 15 December 2010 Departemen Keputrian No Comments

Dalam diri seorang perempuan, seperti kita-kita ini girls, secara alamiahnya memiliki suatu kecenderungan untuk tampil cantik dan menarik, Tul gak? Apalagi kalau penampilan kita tersebut mendapat pujian dari orang lain, wuih…pastinya senang tak terkira.

Dunia kecantikan sepertinya tidak habis-habis untuk diperbincangkan. Saat ini banyak metode baru yang dikembangkan untuk tampil cantik. Namun, opini yang tetap dibangun dan beredar ditengah kita tentang kriteria cantik tak jauh-jauh dari yang namanya tinggi, langsing, kulit putih-mulus, dan rambut lurus. Makin kesini kriteria tentang cantik semakin berkembang. Tentu girls merasa “kegerahan” kan? Hayo ngaku…

Opini yang begitu kuat tentang konsep kecantikan mengakibatkan sebagian besar perempuan merasa “depresi”. Apalagi jika dia seorang publik figur atau selebritis. Mereka tidak pe-de jika belum mampu memenuhi kriteria cantik tersebut. Berbagai macam cara dilakukan, mulai dari yang punya kulit hitam bela-belain pake cream pemutih yang tokcer punya, yang pengen kulit tetap kenceng dan awet muda dengan operasi plastik, yang gemuk pengen sedot lemak biar tetap langsing, yang pendek pengen nambah jadi tinggi, sampai yang rambut kriting pun pengen dilurusin.

Akhirnya, pasar kecantikan dan kosmetika menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Para perempuan juga tak peduli jika harus menghabiskan waktu setiap harinya di salon-salon kecantikan demi sebuah “gelar cantik”. Urusan kantong pun tak jadi masalah asalkan hasil yang didapat memuaskan.

Salah satu cara yang dilakukan untuk mencari sosok perempuan cantik adalah dengan mengadakan kontes-kontes kecantikan. Nah, girls masih ingat atau menonton sebuah kontes kecantikan di Beijing, Cina beberapa tahun lalu. Ada yang menarik dan berbeda dengan kontes kecantikan pada umumnya. Kontes ini dinilai dari kecantikan hasil operasi plastik yang dilakukan para pesertanya. Pemilihan ini bahkan dihadiri oleh pemimpin tertinggi Cina dan pejabat-pejabatnya.

Perlu girls ketahui nih, bahwa Cina adalah negara yang sangat memberikan perhatian besar pada dunia kecantikan. Bedah plastik merupakan hal yang biasa di kota-kota besar Cina seperti Shanghai. Perempuan-perempuan di sana berlomba-lomba untuk memperbaiki penampilannya, mulai operasi lipatan mata, sedot lemak, hidung dibuat mancung, pengangkatan tulang pipi, dagu diperpanjang, dan apa saja yang bikin penampilan jadi menarik. Mereka sampai ketagihan untuk melakukan perubahan bagian-bagian fisiknya. Tidak hanya sekali atau dua kali, bahkan bisa berkali-kali berada di atas meja operasi.

Namun, tidak semua operasi itu selalu berhasil. Ada juga yang kemudian mengalami kegagalan dan malah buruk dari sebelumnya. Dari semua operasi yang diperlihatkan, ada satu operasi yang menurut saya paling menyeramkan dan sangat menyakitkan yaitu operasi perpanjangan tungkai kaki.

Girls bisa bayangkan, kaki perempuan tersebut diberi semacam kerangkeng yang disambungkan dengan sebuah sekrup. Sekrup tersebut dihubungkan dengan tulang sendi antar paha dan kaki yang ditusuk besi. Selama enam bulan, pada setiap periode tertentu sedikit demi sedikit sekrupnya dibuka. Setiap pembukaan tungkainya akan menjadi 2 cm lebih panjang.

Selama itu pula, aktivitas perempuan tersebut hanya rebahan di tempat tidur. Setelah kerangkeng tersebut dibuka, perempuan yang melakukan operasi tungkai kaki ini harus melakukan fisioterapi selama enam bulan berikutnya dan memerlukan waktu setidaknya satu tahun untuk bisa kembali berjalan dengan normal.

Dalam proses operasi tersebut, ada juga beberapa gadis yang datang kembali karena merasakan kesakitan yang sangat. Menurut dokter, tulang-tulang sambungannya melesat tidak pada tempat yang seharusnya, jadi harus menjalani operasi lagi yang menyakitkan tersebut.

Mereka yang mengalami operasi tersebut, merasakan kesakitan yang luar biasa selama tiga hari tiga malam setelah operasi. Mereka tidak bisa tidur dan memejamkan mata sedetikpun karena rasa sakit tersebut. Pengorbanan yang sangat besar demi cantik, bukan?

Lalu, apakah kita tidak boleh mempercantik diri?
Sah-sah saja jika sebagai perempuan kita ingin mempercantik diri, karena itu bagian dari keindahan. Apalagi Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan” (HR. Muslim). Hanya saja yang perlu diluruskan dalam benak kita adalah paradigma kecantikan itu sendiri. Tentu cantik yang tidak berlebihan dan diridlai Allah swt.

Cantik dalam Islam tidak dinilai utama dari fisiknya, tetapi lebih kepada kecantikan batin (inner beauty). Kecantikan batin inilah yang merupakan titik pandang Allah swt. pada diri hamba-hambaNya termasuk kita, perempuan. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan postur tuubuh kalian. Akan tetapi, Allah melihat pada hati kalian” (HR. Muslim).

Orang yang memiliki kecantikan batin akan terlihat indah, mulia dan penuh kharisma. Kecantikan batin mampu menghapus kekurangan fisik dan menutupinya. So, jika girls ingin tampil cantik tidak perlu mengubah bentuk fisik yang sudah ditetapkan Allah swt.

Kecantikan batin bisa girls peroleh dengan memiliki iman yang kuat, hati yang bersih, pikiran yang jernih dan sikap yang taat pada Allah swt. Dari sini akan terpancar kecantikan berbeda dari sekedar cantik fisik. Nggak nyesel deh jika girls mencobanya.[Lesi Puspitawati]

Leave a Reply