Press Release: Open House Mahasiswa Baru, Untuk Siapa?

By 4 August 2010 Opini Mahasiswa No Comments

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah wadah kemahasiswaan yang dibentuk sebagai upaya untuk menyalurkan dan mengembangkan aspirasi, minat dan bakat mahasiswa. Disamping itu, UKM memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi kegiatan mahasiswa, sehingga terwujud tujuan pembentukan pribadi mahasiswa yang berprestasi dibidang akademik serta memiliki soft skill memadai. Oleh karena itu, UKM-UKM berupaya maksimal untuk mempromosikan diri, agar mahasiswa baru memperoleh gambaran yang jelas tentang berbagai keorganisasian mahasiswa, khususnya UKM yang dapat mereka ikuti. Dalam hal ini, Open House merupakan salah satu sarana untuk pempromosian UKM.

Pada faktanya, ide awal Open House (OH) muncul dari kalangan UKM, bukan dari institusi maupun kelembagaan kemahasiswaan lain, seperti BEM, DPM, HIMPRO maupun UPT (Unit Pelayanan Teknis). Pada perkembangannya, hal ini telah melenceng dari tujuan awal penyelenggaraannya. Hal ini terlihat jelas dari posisi stand UKM di arena Open House. Posisi tersebut menyiratkan bahwa eksistensi UKM perlahan dikesampingkan. Stand UKM menempati posisi paling belakang setelah UPT, Kemahasiswaan Fakultas, bahkan Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA), di arena Open House.

Posisi stand memang tidak menjadi indikator utama untuk menarik minat mahasiswa, khususnya mahasiswa baru untuk berkunjung. Hanya saja, regulasi panitia OH yang memberikan perbedaan jeda waktu kunjungan mahasiswa baru ke tiap stand dirasakan sangat tidak adil. Faktanya, stand yang berada di posisi terdepan sajalah yang akan banyak berinteraksi dengan mahasiswa baru, sedangkan stand bagian belakang (dalam hal ini adalah stand UKM) hanya akan mendapatkan antusiasme sisa dan waktu yang semakin terbatas. Kondisi fisik dan psikologi yang sudah menurun, ditambah dengan keterbatasan waktu jelas tidak mendukung dalam pemberian informasi yang gamblang dan jelas dari masing-masing UKM.

Alasan yang selama ini disampaikan oleh panitia Open House (DPM TPB) terkait penempatan (cluster) stand di setiap tahunnya adalah dasar hierarki legalitas kelembagaan. Panitia Open House menempatkan stand UPT paling depan karena menganggap UPT memiliki hierarki legalitas lebih tinggi daripada UKM dan kelembagaan mahasiswa lainnya. Menurut kami, alasan tersebut tidak rasional dan tidak memilki dasar yang kuat. Hal ini disebabkan, pertama, UKM memiliki hierarki legalitas yang sama dengan kelembagaan lainya (UPT,Fakultas dll) disamping itu konsep hierarki dalam OH merupakan konsep yang berbahaya Karena praktek Cluster dalam OH merupakan bentuk praktek stratifikasi / pengkelasan terhadap civitas mahasiswa di IPB (yg notabene terlibat langsung dalam OH tersebut). Kedua, penempatan (cluster) stand ini tidak sesuai dengan tujuan awal Open House untuk memperkenalkan kelembagaan mahasiswa IPB. Ketiga, keterlibatan hanya satu atau dua UPT dari sekian banyaknya UPT yang ada di IPB, selayaknya menjadi pertimbangan kepada panitia Open House untuk mengkaji kembali keikutsertaan UPT dalam kegiatan Open House. Ketidakikutsertaan sebagian besar UPT menjadi indikasi bahwa kegiatan Open House tidak efektif untuk diikuti. Hal ini karena mahasiswa baru tetap akan mengetahui dan mengenal UPT untuk memenuhi kebutuhan perkuliaan selama berada di IPB.

Berdasarkan fakta dan alasan diatas kami BKIM IPB, menghimbau kepada seluruh kelembagaan mahasiswa dan civitas akademika IPB untuk:
1. Peduli dan kritis terhadap pelaksanaan kegiatan Open House
2. Menyamakan persepsi terhadap tujuan kegiatan Open House, yakni untuk memperkenalkan kelembagaan mahasiswa, terutama UKM sebagai wadah kemahasiswaan legal di IPB kepada mahasiswa baru.
3. Menjadikan kegiatan Open House untuk kepentingan bersama dan mewaspadai adanya kepentingan golongan tertentu untuk mencapai tujuannya dalam kegiatan tersebut.

Cp : Humas BKIM IPB ( Nurhadi 085719886095 )

Leave a Reply